Saudaraku, bagaimana cara pandang kita tentang kegagalan? Apakah kita melihat
kegagalan itu sebagai sesuatu yang harus di ratapi siang dan malam, atau kita bisa
melihat berkat di balik kegagalan sehingga kita tetap mampu mengucap syukur?
Sebuah kalimat bijak berkata kegagalan adalah guru terbaik,
dan itu memang benar adanya.
Banyak penemu besar seperti Edison, atau James Watt, yang berguru pada
guru terbaik bernama kegagalan. Kalau kita berpikir para penemu itu dahulu
adalah orang yang cerdasnya luar biasa dan punya banyak duit sehingga bisa
menunjang keinginan mereka menciptakan sesuatu, kita salah besar.
Kebanyakan para penemu kecerdasannya sama seperti kita dan bertanyapun
tidak berlimpah ruah. Mereka bisa berhasil karena terus-menerus mencoba
dan memandang kegagalan itu sebagai sukses yang tertunda.
Saudaraku, Alkitab pun menulis kisah Petrus yang gagal bersedia mati
dan masuk penjara bersama-sama Yesus. Dalam kisah sebelumnya, Petrus pun
akhirnya tenggelam saat berjalan di atas air. Meskipun Petrus bisa dikatakan
murid yang gagal, namun Yesus menaruh harapan besar padanya agar kelak
bisa menguatkan murid-murid yang lain. Petrus beda dengan Yudas karena
Petrus belajar bertumbuh dari kegagalan sedangkan Yudas memilih bunuh diri
saat mengalami kegagalan mengikut Yesus.
Kalau saat ini kita merasa menjadi orang yang gagal baik dalam hal rohani
atau hal duniawi, belajarlah melihat kegagalan sebagai hal yang harus di syukuri
dan membuat kita menjadi manusia yang lebih baik.
kegagalan itu sebagai sesuatu yang harus di ratapi siang dan malam, atau kita bisa
melihat berkat di balik kegagalan sehingga kita tetap mampu mengucap syukur?
Sebuah kalimat bijak berkata kegagalan adalah guru terbaik,
dan itu memang benar adanya.
Banyak penemu besar seperti Edison, atau James Watt, yang berguru pada
guru terbaik bernama kegagalan. Kalau kita berpikir para penemu itu dahulu
adalah orang yang cerdasnya luar biasa dan punya banyak duit sehingga bisa
menunjang keinginan mereka menciptakan sesuatu, kita salah besar.
Kebanyakan para penemu kecerdasannya sama seperti kita dan bertanyapun
tidak berlimpah ruah. Mereka bisa berhasil karena terus-menerus mencoba
dan memandang kegagalan itu sebagai sukses yang tertunda.
Saudaraku, Alkitab pun menulis kisah Petrus yang gagal bersedia mati
dan masuk penjara bersama-sama Yesus. Dalam kisah sebelumnya, Petrus pun
akhirnya tenggelam saat berjalan di atas air. Meskipun Petrus bisa dikatakan
murid yang gagal, namun Yesus menaruh harapan besar padanya agar kelak
bisa menguatkan murid-murid yang lain. Petrus beda dengan Yudas karena
Petrus belajar bertumbuh dari kegagalan sedangkan Yudas memilih bunuh diri
saat mengalami kegagalan mengikut Yesus.
Kalau saat ini kita merasa menjadi orang yang gagal baik dalam hal rohani
atau hal duniawi, belajarlah melihat kegagalan sebagai hal yang harus di syukuri
dan membuat kita menjadi manusia yang lebih baik.

.jpg)
0 komentar:
Posting Komentar