Rabu, 18 Juli 2012

Keyakinan terhadap Pembela Kita

Kristus Yesus yang telah mati, itu bukanlah kalimat akhir cerita iman kita,
sebab Ia telah bangkit. Kebenaran inipun bukan akhir cerita, sebab Ia duduk
ditempat tinggi. Di sebelah kanan Allah, Pencipta langit dan bumi. Bagian 
terbaiknya adalah yang duduk di sebelah kanan Allah adalah pembela kita.
       Apakah kita yakin akan hal ini? Pembela kita bukan seorang yang telah
mati, tetapi Ia hidup. Ia bergerak Ia melakukan pembelaan bagi kita.
Ia bukan saja hidup tetapi juga berkuasa. Sebab Ia duduk di tempat tinggi,
dengan kuasa dan otoritas-Nya, Ia menjadi pembela bagi kita.
       Dunia dapat memunculkan begitu banyak ketidakadilan, tetapi 
Pembela kita lebih besar dari dunia. Tuduhan ataupun dakwaan iblis,
tidak lebih besar dari Pembela kita. Pembacaan hari ini tidak saja mengajak
kita untuk meyakini bahwa Yesus telah bangkit dan duduk di sebelah
kanan Allah, tetapi juga bahwa Ia adalah pembela bagi kita. Amin!.

Kamis, 05 Juli 2012

Bersyukur Atas Kegagalan

Saudaraku, bagaimana cara pandang kita tentang kegagalan? Apakah kita melihat
kegagalan itu sebagai sesuatu yang harus di ratapi siang dan malam, atau kita bisa
melihat berkat di balik kegagalan sehingga kita tetap mampu mengucap syukur?
Sebuah kalimat bijak berkata kegagalan adalah guru terbaik,
dan itu memang benar adanya.
       Banyak penemu besar seperti Edison, atau James Watt, yang berguru pada
guru terbaik bernama kegagalan. Kalau kita berpikir para penemu itu dahulu
adalah orang yang cerdasnya luar biasa dan punya banyak duit sehingga bisa 
menunjang keinginan mereka menciptakan sesuatu, kita salah besar.
Kebanyakan para penemu kecerdasannya sama  seperti kita dan bertanyapun
tidak berlimpah ruah. Mereka bisa berhasil karena terus-menerus mencoba
dan memandang kegagalan itu sebagai sukses yang tertunda.
       Saudaraku, Alkitab pun menulis kisah Petrus yang gagal bersedia mati
dan masuk penjara bersama-sama Yesus. Dalam kisah sebelumnya, Petrus pun
akhirnya tenggelam saat berjalan di atas air. Meskipun Petrus bisa dikatakan
murid yang gagal, namun Yesus menaruh harapan besar padanya agar kelak
bisa menguatkan murid-murid yang lain. Petrus beda dengan Yudas karena
Petrus belajar bertumbuh dari kegagalan sedangkan Yudas memilih bunuh diri
saat mengalami kegagalan mengikut Yesus.
       Kalau saat ini kita merasa menjadi orang yang gagal baik dalam hal rohani
atau hal duniawi, belajarlah melihat kegagalan sebagai hal yang harus di syukuri
dan membuat kita menjadi manusia yang lebih baik.

Senin, 02 Juli 2012

Keadilan Tuhan

Tuhan akan menjadikan tempat tinggal dan dukungan bagi bangsa Yehuda.
Kota dan tanah dimana mereka tinggal akan dimusnahkan oleh Tuhan karena
perkataan dan perbuatan mereka telah menunjukan sikap yang berani merendahkan
Tuhan dengan memberontak di dalam bait suci-Nya. Sebab itu Tuhan ingin
menunjukan bahwa Ia adalah Bapa yang tegas dan disiplin. Ia menarik semua
dukungan-Nya terhadap mereka. Seperti ladang subur yang akan menjadi gurun
atau kapal besar yang akan ditenggelamkan oleh Tuhan,
demikian hukuman atas pemberontakan mereka.
        Saudaraku, Yesus adalah Roti Kehidupan dan Air Kehidupan. Jika Ia menjadi
sandaran kita, menjadi tempat tinggal kita maka tempat itu tidak akan di ambil
dari kita dan tidak akan ada yang bisa menariknya dari kita. Namun kenyamanan
kita didalam Yesus akan dicabut jika ada pelanggaran dosa. Tanpa pelanggaran
dosa maka tidak akan pernah ada kerugian yang akan kita alami. Berkat akan
mengikuti orang-orang yang hidup di dalam Dia. Penyertaan-Nya bagi mereka
yang bersandar dan berharap kepada-Nya.
        Tuhan selalu memberi pilihan kepada umat-Nya, kita tinggal memilih.
Namun Ia sebelumnya telah menyatakan dan menjanjikan keselamatan bagi
orang-orang yang percaya kepada-Nya. Sebagai Bapa yang baik Ia akan mendidik
kita dan akan ada ketegasan dalam sikap-Nya menangani anak-anak-Nya yang
melakukan pelanggaran. Ia adil bagi mereka yang hidup benar dan bagi yang
memberontak terhadap Dia. Sekarang kita tinggal memilih, ingin mempertahankan
dukungan-Nya atau menghancurkannya.

Sabtu, 30 Juni 2012

Kematian Berbuah Kemenangan

Banyak orang takut mati. Bagi mereka itu adalah akhir dari segalanya. Namun sebagai
orang percaya, kita mendapat janji kekal. Bahwa kematian adalah sebuah permulaan hidup
yang baru di dalam keabadian. Namun, kita perlu menjaga diri dari pengajaran-pengajaran
yang keliru karena di akhir zaman ini, ada banyak orang yang menganggap kematian Yesus
sebagai lelucon belaka.
        Bagi kita, kematian Yesus adalah jalan. Jalan menyakitkan yang membawa kita pada
sebuah kepastian akan hidup kekal. Sekaligus memberi kita keteladanan. Sebagai orang
percaya, kita perlu menyalibkan "diri" untuk maksud Illahi. Yesus mati dan bangkit
kembali supaya kita yang percaya beroleh janji bahwa ketika kehidupan fana kita di dunia
ini berhenti, kita masuk dalam kehidupan surgawi yang abadi. Pengharapan ini harus kita
jadikan sauh yang pasti, supaya kita tidak terombang-ambing dalam pengajaran-pengajaran
palsu. Banyak orang mengolok-olok kematian dan kebangkitan Yesus, tapi kita perlu berdiri
teguh dalam pengharapan dan iman percaya kita.
        Kematian dan kebangkitan Yesus juga perlu kita teladani supaya kita jangan jadi orang
egois yang hanya memperjuangkan apa yang kita mau. Tapi kita perlu belajar menyalibkan
keinginan diri demi kehendak Illahi. Jangan jadi orang percaya yang egois, tapi mari kita
belajar menyalibkan keinginan daging kita. Karena Yesus sudah menjadi yang sulung,
Dia sudah membuka jalan. Mari kita berpegang teguh pada pengharapan dan terus belajar
menjadikan hidup kita layak di hadapan Tuhan.

Kamis, 28 Juni 2012

Berani Mengembalikan

Sekarang ini jarang sekali kita mendengar ada koruptor yang mau mengembalikan uang
hasil kejahatannya. Kebanyakan tetap menyimpan hasil kejahatannya di bank atau 
menitipkannya di tempat saudara dan lebih memilih mendekam di penjara lebih lama.
Mereka tahu dirinya bermasalah, namun tak mau mengembalikan harta yang diperolehnya
secara tidak halal. Itulah sifat orang dunia. Lalu bagaimana dengan sikap orang Kristen?
        Zakheus semula adalah seorang pemungut cukai yang secara tidak langsung menindas
bangsanya sendiri karena memungut cukai melebihi ketentuan pemerintah Roma.
Zakheus di zaman sekarang sama seperti para koruptor yang merugikan negara.
Ketika berjumpa dengan Yesus dan mengenal kebenaran, Zakheus tak hanya bertobat
di bibir saja, namun ia membersihkan dirinya dari segala kenajisan yang dahulu pernah 
ia perbuat. Ia memberikan separuh hartanya kepada orang miskin dan mau mengembalikan
uang yang dia peras dari seseorang sebanyak empat kali lipat. Karena keberaniannya
mengembalikan harta yang dia peroleh secara tidak halal, Yesus pun memujinya dan berkata
keselamatan turun atas runah Zakheus.
        Saudaraku, jika saat ini kita sadar memiliki harta yang tidak halal, beranilah mengem-
balikan harta itu kepada orang atau lembaga yang kita rugikan. Tuhan dan manusia akan 
menghargai keberanian kita mengembalikan karena itu menunjukan kita sungguh-sungguh
mau bertobat. Lebih baik kita memiliki sedikit harta yang diperoleh dengan cara jujur,
daripada banyak harta namun diperoleh dengan cara tidak halal.

Jumat, 15 Juni 2012

Kasih yang tak dapat dikalahkan

Bagaimana jadinya hidup kita, jika ada seseorang yang begitu mengasihi hingga
penindasan, kesesakan, penganiayaan, kelaparan, ketelanjangan, bahaya dan pedang
tidak membuatnya berhenti mengasihi kita. Kita mungkin tidak sanggup bertahan
melalui semua itu, tetapi Dia yang mengasihi kita akan mempertahankan hidup kita.
       Jika semua itu tidak bisa membuat Yesus berhenti mengasihi kita, apakah
lagi yang dapat? Yesus tidak akan beranjak dari hidup kita sekalipun dalam
penindasan atau kesesakan. Dalam kelaparan atau ketelanjangan.
Dalam bahaya atau pedang.
        Kasih Yesus tidak akan menghilangkan atau menghindarkan kita dari semua
hal itu. Tetapi kasih-Nya mempertahankan melalui semua itu.

Sabtu, 09 Juni 2012

''PEMBAHARUAN HIDUP''

Dalam pernikahan kita membutuhkan Yesus dan perlu berbicara dari hati ke hati dengan-Nya,
dalam doa. Karena pernikahan tidak selamanya berjalan mulus ada saja masalah yang
membebani pikiran dan membebat hati, sehingga tanpa di sadari masalah itu semakin
lama semakin menumpuk dan sedikit saja masalah kecil muncul langsung tersulut perang
saling tuduh, pertengkaran, caci maki, hinaan sampai kekerasan fisik.
       Zakheus mengalami pembaharuan hidup yang radikal ketika ia bertemu dengan Yesus.
Sebagai pendosa, ia bukan saja berdamai dengan Yesus tetapi menerima roh pembaharuan.
Apa yang Zakheus alami adalah hal yang normal ketika seseorang bertemu dengan Yesus.
Roh Kudus menanamkan dalam hati mereka sikap menghargai orang lain, lebih sabar,
dan kapasitas hati yang besar untuk memberikan pengampunan.
       Saudaraku, agar kita mengalami kelepasan dan pembaharuan hidup seperti Zakheus,
maka kita perlu berdamai dengan Yesus, menanggalkan kebenaran diri sendiri,
ungkapkan isi hati dengan jujur kepada-Nya dan terimalah kasih dan pengampunan-Nya,
maka roh pembaharuan akan bertahta dalam hidup kita dan masalah yang besar
sekalipun dapat kita selesaikan dengan cara yang benar. Tidak ada yang mustahil jika
Yesus ada di dalamnya. Pemulihan dan pembaharuan akan terjadi dalam rumah tangga,
jika suami istri mau mengundang Yesus hadir di dalam keluarga kita.

Kamis, 07 Juni 2012

"SURAT CINTA"

Mantan Presiden Amerika Serikat, Harry Truman, dikenal sebagai pria yang sangat romantis.
Ia mengejar-ngejar istrinya, Bess, selama bertahun-tahun sebelum Bess setuju
menikah dengannya. Harry Truman melamar Bess pertama kali pada tahun 1911
dan mereka akhirnya menikah pada tahun 1919. Setelah pernikahan mereka,
Harry Truman masih bersikap romantis terhadap istrinya. Kalau ia jauh dari istrinya,
Harry Truman selalu mengirim surat cinta. Ketika akhirnya istrinya meninggal
di awal tahun 1980, lebih  dari 1.200 surat dari Harry Truman ditemukan di rumahnya.
Harry tidak pernah berhenti memacari Bess.
        Lewat surat seorang pria bisa mengungkapkan perasaan kepada seorang wanita.
Lewat surat juga seorang ayah bisa menyampaikan perasaan rindu kepada anak-anaknya.
Rasul Paulus pun demikian. Sekalipun ia berada dari satu kota ke kota lain ia tetap setia
mengirim surat kepada jemaat-jemaat yang ia layani. Seperti salah satu isi surat
yang ia kirim kepada jemaat di Filipi bahwa ia selalu mengucap syukur kepada Tuhan
setiap kali mengingat mereka. Ini adalah ungkapan perasaan Rasul Paulus yang ia
sampaikan kepada jemaat di Filipi dan tentu saja jemaat senang mengetahui bahwa
mereka selalu di hati Rasul Paulus.
        Saudaraku, mungkin kita termasuk seseorang yang sulit mengungkapkan
perasaan secara verbal, kita dapat memakai surat untuk mengungkapkan
perasaan cinta kepada pasangan kita.

Selasa, 05 Juni 2012

''TUHAN,Penjaga Israel"

Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolonganku?
Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi.
Ia takkan membiarkan kakimu goyah, Penjagamu tidak akan terlelap.
     Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tertidur Penjaga Israel.
TUHANlah penjagamu, TUHANlah naunganmu di sebelah tangan kananmu.
Matahari tidak menyakiti engkau pada waktu siang, atau bulan pada waktu malam.
TUHAN akan menjaga engkau terhadap segala kecelakaan;
Ia akan menjaga nyawamu.
TUHAN akan menjaga keluar masukmu,
dari sekarang sampai selama-lamanya.

JALAN ORANG BENAR DAN JALAN ORANG FASIK

Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasehat orang fasik,
yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk
dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah taurat TUHAN,
dan yang merenungkan taurat itu siang dan malam.
     Ia seperti pohon, yang di tanam di tepi aliran air, yang menghasikan
buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya;
apa saja yang diperbuatnya berhasil.
Bukan demikian orang fasik: mereka seperti sekam yang di tiupkan angin.
     Sebab itu orang fasik tidak tahan dalam penghakiman, begitu pula orang
berdosa dalam perkumpulan orang benar;
sebab TUHAN mengenal jalan orang benar,
tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.